Pansus VII DPRD Jabar dan Bupati Cirebon Bahas Distribusi Air Bersih

    Pansus VII DPRD Jabar dan Bupati Cirebon Bahas Distribusi Air Bersih

    KABUPATEN CIREBON - Pansus VII DPRD Jabar melakukan kunjungan ke Pemkab Cirebon, Rabu (23/2/2022). Mereka ditemui Bupati Cirebon, Imron dan Dirut PDAM Tirta Jati Cirebon, Suharyadi. Bertempat di ruang Paseban, mereka melakukan pembahasan seputar pendistribusian air bersih.

    Menurut Bupati, saat ini memang air bersih sangat diperlukan semua pihak, termasuk warga masyarakat Kabupaten Cirebon. Namun masalahnya, kebanyakan orang-orang di Kabupaten Cirebon tetap mempergunakan air bersih dari Kabupaten Kuningan. Padahal, posisi Kabupaten Cirebon sendiri lokasinya dekat dengan laut.

    "Kalau saja potensi air laut bisa diolah, tentu kami tidak mengambil air bersih dari Kuningan. Masalahnya sekarang, harganya sudah naik 100 persen. Kuningan itu tidak lagi menaikkan harga, tapi sudah merubah harga. Ini yang harus kita sikapi bersama, " kata Imron.

    Namun bagaimanapun, sampai saat ini pasokan air bersih memang masih mengandalkan pembelian dari Kuningan. Untuk itu, Imron menilai dengan adanya waduk Jatigede bisa membantu pasokan air, khususnya untuk cirebon barat dan tengah. Namun untuk wilayah cirebon timur, masih belum bisa teraliri.

    "Jadi saya meminta kepada Pansus VII, untuk membantu memikirkan dan memberi solusi bagaimana distribusi air di Kabupaten Cirebon, " pinta Imron.

    Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Jati Cirebon, Suharyadi, mengakui distribusi air bersih memang merupakan program pemerintah yang tergabung dalam program Spam regional Jabar. Sedangkan progres dari hulu sudah dipersiapkan, tinggal progres hilirnya saja, yaitu PDAM kota dan kabupaten Cirebon.

    "Kabupaten Cirebon sangat mendukung program SPAM regional ini dan sudah membebaskan lahan. Ini sekaligus mendukung program waduk Jatigede. Asal tahu saja, Kabupaten Cirebon ini sangat minim sumber air, " papar Suharyadi.

    Untuk itu, dirinya berharap SPAM regional ini bisa menjadi program andalan untuk bisa menyuplai air masyarakat di Kabupaten Cirebon. Meskipun begitu, pihaknya sudah mendistribusikan, baik dengan sistem mata air maupun pengolahan.

    "Program SPAM mata air Jatigede kalau mau dioperasikan, kami ini sudah siap. Pengembangan di Kabupaten Cirebon sudah disiapkan. Intinya, SPAM regional mampu melayani kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Cirebon, " jelas Suharyadi.

    Sedangkan Ketua Pansus VII, Nina Nurhayati, menyambut baik program SPAM regional tersebut. Dia sepakat, memang kebutuhan air bersih untuk masyarakat Kabupaten Cirebon harus lebih baik lagi. Terkait keluhan mahalnya harga air di Kabupaten Kuningan untuk distribusi Kabupaten Cirebon, Nina mengaku siap membantu memfasilitasi supaya ada kesesuaian harga.

    "Tadi ada keluhan bupati, supaya Kabupaten Kuningan tidak terlalu mahal menjual airnya. Nanti kita fasilitasi supaya ada kesesuaian dan kesepakatan harganya, " tukasnya. (Subekti)

    Kabupaten Cirebon Jabar
    Agus Subekti

    Agus Subekti

    Artikel Sebelumnya

    Bersama Wali Kota Cirebon dan Forkopimda,...

    Artikel Berikutnya

    Hari Libur Kerja, Fitria Pamungkaswati Serap...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Agung widodo verified

    Fikri Haldi

    Fikri Haldi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jul 9, 2020

    Erwin

    Erwin verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jul 9, 2020

    Suhardi

    Suhardi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jul 9, 2020

    Udin Komarudin

    Udin Komarudin verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 5

    Registered: Jul 9, 2020

    Profle

    Agung widodo verified

    Follow Us

    Recommended Posts

    Mulyanto Minta Penggunaan Bahan Baku Dalam Negeri PT Kalbe Ditingkatkan
    Dedi Mulyadi: Kementan Perlu Ambil Langkah Cepat Tekan Penyebaran PMK Ternak
    Puan Maharani: Jerat Penculik yang Cabuli Anak dengan UU TPKS
    Rumah Kompetensi Indonesia: Magang atau Bekerja?
    Ridwan Hisjam: Persoalan Tata Kelola Tambang Pasir Laut Perlu Segera Diatasi